a��NEWSTODAY.ID, Bandung -A�Maraknya tren pergaulan bebas di kalangan remaja menyebabkan rusaknya moral para remaja yang menganggap seks bebas sebagai hal yang biasa, hal ini sangatlah mengkhawatirkan.

Akibat dari perilaku negatif tersebut adalah meningkatnya angka kehamilan di luar nikah di kalangan remaja. Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya jumlah remaja tak perawan di perkotaan sangatlah tinggi.

Dilansir dari Jawapos, Dalam diskusi kerja sama antara Bayer dan Asian Pasific Council on Contraception (APCOC) Indonesia, terungkap pentingnya edukasi seks sejak dini karena kondisi ini semakin menimbulkan fenomena gunung es.

a�?Faktanya perilaku remaja di desa maupun di kota ternyata tak jauh berbeda dalam bergaul. Kehamilan yang tak diinginkan pasti terjadi. Karena itu bicara kontrasepsi adalah bagian dari edukasi seks,” tegas Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Biran Affandi, dikutip dari Jawapos, Selasa (4/10/2017).

Biran menjelaskan data di tahun 2010 terungkap remaja di perkotaan 51 persen sudah berhubungan seksual alias tak perawan lagi. Di pedesaan, sebanyak 41 persen remaja juga sudah berhubungan seksual.

“Itu yang terdata di permukaan. Kalau gitu bisa terjadi kehamilan namun belum menikah. Tentu menimbulkan masalah sosial,” kata Biran.

Maka dari itu edukasi penggunaan kondom maupun alat kontrasepsi mau tidak mau suka tidak suka harus dilakukan guna mencegah kehamilan di luar nikah.

a�?Tak bisa dengan cara lain jika para remaja memang sudah terlanjur berhubungan seks. Legal atau tidak, kalau dibutuhkan ya pakai. Kalau sudah melakukan, maka enggak bisa juga jika enggak ngomong kontrasepsi,” ujarnya. buy celebrex 200mg online, cheap Zoloft

Comments

comments


Share: