NEWSTODAY.ID, Bandung -A�A�Pada sebuah acara yang bertemakan Konvensi Kebangkitan Umat di Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu.A� Seorang Aktivis Malaysia mengklaim jika generasi muda bisa hancur, disebabkan oleh musik dari korea selatan yaitu Kpop.

Faizuddin Mohd Zai, ketua kelompok pemuda konservatif Gamis mengklaim bahwa Kpop mempromosikan hedonisme di kalangan generasi muda dan ini akan menganggu perkembangan kognitif mereka. Hedonisme sendiri berartiA�A�pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan cara mencari kesenangan pribadi sebanyak mungkin meski menggunakan berbagai cara. Tidak hanya itu, dia bahkan melangkah lebih jauh lagi dengan menambahkan klaim bahwa para penggemar Kpop hanya akan memiliki karir yang rendahan dan gaji yang kecil di masa depan.

Faizuddin juga mengklain kebebasan berekspresi yang terkandung dalam budaya Kpop dapat melemahkan disiplin para remaja muslim dengan mendorong kebebasan individu yang berlebihan.

a�?Kita dihancurkan karena kita tumbuh pada lingkungan yang tidak sehat dan bagaimana bisa kita mengharapkan masa muda kita menjadi bagusA� jika industri hiburannya saja mempromosikan sifat hedonisme, seperti K-Pop di sana sini. Hal itu membuar mereka menjadi apatis dan individualitis. Mereka menjadi tidak akan peduli lagi pada urusan seperti ini dan yang lebih buruknya orang-orang muslim sendiri mndorong budaya hedonisme ini”A�ujar Faizuddin dalam pidatonya di acara Konvensi Kebangkitan Umat, Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan The Malay Online, Faizuddin kemudian membeberkan data yang menguatkan klaimnya tersebut. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah pemuda muslim yang melamar untuk pekerjaan dengan gaji layak jauh di bawah non-muslim. Dikatakannya, pada 2015 jumlah pelamar muslim untuk pekerjaan semacam itu hanya 5 persen. Sementara non-muslim jumlahnya mencapai 20 persen.

Dia juga menyatakan bahwa perusahaan multinasional lebih suka mempekerjakan pemuda non-pribumi, yang jumlahnya mencapai 20 persen. Hanya 1 persen pribumi yang dipekerjaakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Faizudin tidak menunjukkan dari mana data tersebut. Namun, dia mengklaim bahwa semuanya merupakan data resmi.

Sebagai solusinya, lanjut Faizuddin, Gamis meminta pemerintah mewajibkan setiap siswa menjalankan fardu ain di sekolah. Dia meyakini langkah itu dapat memupuk moralitas dan mengobati kemerosotan akhlak.

“Hanya dengan kesucian yang kuat mereka (pemuda muslim) dapat menjadi lebih progresif, disiplin dan sukses,” ujarnya. periactin without prescription, dapoxetine without prescription

Comments

comments


Share: