Beberapa Daerah Ramai-ramai Melarang Valentine

NEWSTODAY.ID, Bandung – Hari Valentine yang telah menjadi perayaan global, tak hanya identik dengan bunga, coklat, dan boneka. Di Amerika Serikat, rak-rak toko akan dipenuhi dengan boneka dan sekotak coklat. Tetapi di Indonesia Valentine justru menuai pro dan kontra. Ada beberapa daerah yang melarang dirayakannya Valentina karena bukan ajaran agama dan kultur asli Indonesia. Selain itu, perayaan Valentine juga diidentikkan dengan perayaan komersial dan konsumerisme.  Diantaranya :

1. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melarang perayaan yang disebut “Valentin Day” di Aceh. Karena tidak sesuai dengan Syariat Islam dan budaya Aceh. Hal ini juga didukung oleh Bupati Kabupaten Aceh Besar, Mawardi Ali yang mengeluarkan aturan melarang perayaan Valentine Day pada 14 Februari. Aturan itu tertuang dalam urat instruksi Bupati Nomor 451/882/2018 tentang Imbauan Larangan Perayaan Hari Valentine Day, ditandatangani Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

2.Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, melarang para pelajar yang ada di seluruh Depok untuk merayakan Hari Valentine. Larangan ini disampaikan oleh sebuah surat edaran yang disebar ke setiap sekolah. Dengan tujuan untuk membangun karakter para pelajar. Pihaknya berupaya untuk menjaga para pelajar yang ada di Depok tidak terlibat dalam kegiatan yang menyimpang dari norma agama, sosial, dan budaya.

3.Di Nusa Tenggara Barat, Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat berencana menggelar dakwah terkait haramnya perayaan Valentine’s Day atau hari kasih sayang yang diperingati setiap 14 Februari 2018. Sebagai upaya menghindari adanya warga terutama yang muslim merayakan Valentine, pihaknya telah melayangkan surat kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan. Menurutnya, Valentine merupakan budaya negatif yang tidak boleh dilestarikan.

4.  Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan surat imbauan untuk tidak merayakan Valentine Day. Surat imbauan yang ditandatangani Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri itu ditujukan untuk Kepala Sekolah SMA, MA, SMK, SMP dan MTs se-Kalimantan Tengah. Alasannya, Kegiatan pada Valentine cenderung digunakan sebagai ajang pergaulan bebas yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya masyarakat, sehingga kebiasaan merayakan Valentine dinilai harus ditiadakan dan dihilangkan di kalangan pelajar dan generasi muda.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin mengatakan setuju dengan adanya pelarangan itu, sebab valentine bisa menimbulkan sesuatu ketidakbaikan.

“Ya kalau valentine itu membawa ketidakbaikan, kerusuhan, melanggar moralitas, pergaulan bebas memang sebaiknya dilarang kalau itu,” kata KH. Ma’ruf Amin di kantornya, Selasa (13/2/2018). seperti dikutip Okezone

Kiai Ma’ruf Amin menyebutkan, jika ada walikota yang melarang perayaan valentine’s day pasti memiliki sebuah alasan, sehingga walikota melarang perayaan itu. Ia mengatakan walikota maupun bupati disetiap daerah harus melihat kerawanan jika diperbolehkan perayaan hari kasih sayang ini.

Comments

comments


Share: