Pada umumnya proses berkembang-biak atau reproduksi harus memenuhi salah satu unsur seperti pembuahan pada betina oleh sang penjantan. Namun ternyata ada salah satu binatang di muka Bumi ini yang tidak perlu melakukan hal tersebut untuk berkembang biak.

doxycycline buy online, buy lioresal online

Binatang tersebut adalah hiu martil. Sang betina ternyata bisa membuat keturunannya sendiri tanpa bantuan hiu jantan.

Lalu bagaimana proses pembuahannya? Ternyata sang hiu martil betina ini bisa mengkloning dirinya sendiri untuk memperbanyak keturunan. Kejadian ini pertama kali terungkap pada tahun 2007 silam di sebuah kebun binatang Henry Dorly di Omaha, Amerika Serikat.

Seekor hiu martil betina hidup seorang diri di kebun binatang tersebut sejak lama. Pada tahun 2007, kemudian ditemukan seekor bayi hiu di sana. Hal itu pun tentu mengejutkan pihak kebun binatang. Melihat hal itu, pengelola kebun binatang pun melakukan penelitian akan bayi hiu yang mendadak ada tersebut.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, pengelola mendapatkan satu fakta dimana sang bayi hiu ternyata memiliki DNA yang sama persis dengan induknya. Dari DNA yang diteliti tersebut juga tidak ditemukan DNA hiu martil jantan di dalamnya.

Proses perkembang-biakan ini dinamakan parthenogenesis. Ini merupakan salah satu reproduksi yang dilakukan secara aseksual oleh sang induk hiu martil. Hanya saja, perkembang-biakan seperti ini ternyata tidak begitu bagus untuk sang penerus keturunan. Hal ini disebabkan oleh dapat menurunnya diversitas genetik pada sang bayi hiu.

Hanya saja setelah beberapa hari dari kelahiran sang bayi, sang induk harus kehilangan anaknya tersebut. Hal ini sebabkan oleh ikan pari yang berada di dalam aquarium yang sama. Diduga sang pari tersebut yang menyerang sang bayi hiu hingga akhirnya mati.

Reproduksi Sebenarnya Hiu Martil

Untuk cara reproduksi dari hiu martil ini sendiri, sebenarnya hanya terjadi sekali dalam setahun. Dalam satu kali bereproduksi, hiu betina akan melahirkan anak dengan jumlah sekitar 20 hingga 40 anak. Caranya sendiri adalah dengan cara hiu jantan akan menggigit hiu betina hingga membuatnya tenang. Setelah itu masa reproduksi pun terjadi. Cara ini memang terlihat seperti “pemerkosaan”, tapi begitulah cara yang sebenarnya harus terjadi.

Setelah reproduksi terjadi, maka embrio akan berkembang di dalam plasenta dari hiu betina. Hampir sama seperti mamalia pada umumnya, embrio tersebut akan mendapatkan suplai makanan dari sang induk melalui tali pusar. Masa kehamilan dari hiu betina ini sendiri memakan waktu 10 hingga 12 bulan. Setelah dilahirkan, sang anak pun langsung dilepaskan oleh sang induk. Mereka akan mandiri untuk mencari makan dan mengurus diri sendiri.

Comments

comments


Share: