sumber gambar: travel.tribunnews.com

Bumi Datar Atau Bulat, Mana Yang Benar?

NEWSTODAY.ID,Medan – Pernahkah kamu bertanya tentang bentuk bumi? Apakah kamu pernah beranggapan bahwa bumi itu datar? Ternyata permasalahan tentang bentuk bumi tidak benar-benar selesai walaupun salah satu tokoh ternama yunani kuno, yakni Phytagoras pernah menyatakan bahwa bentuk bumi itu bulat, tidak datar. Walaupun menurut NASA, bentuk bumi tidak bulat seutuhnya karena tekanan antar kutub yang menimbulkan tonjolan sehingga bentuk bumi menjadi lonjong.

 

Konon, seorang tokoh dunia yang pertama kali pernah tercatat dalam sejarah berhasil mengelilingi bumi, Chrithoper Colombus pernah didera kekhawatiran kalau ia belayar terlalu jauh, maka ia akan terjatuh. Hal ini terjadi karena Colombus menganggap bumi itu bulat dan merasa bahwa bumi memeliki ujungdan jika ia berlayar dan sampai dititik akhir, maka ia akan terjun keluar angkasa.

 

“Andaikata Bumi tidak bulat melainkan datar seperti piring…dengan kepadatan dan ketebalan yang tepat, hidup di tengah-tengahnya terasa sangat normal (seperti yang kita rasakan saat ini),” sebut Michael Stevens, dalam serial Vsauce di YouTube.

 

Anggapan Colombus tentang ujung bumi juga dijawab oleh Stevans sebagai berikut, “Seseorang tak mungkin jatuh dari piringan Bumi. Berkat gaya gravitasi. Ujung dunia berbentuk datar. Dekat dengan angkasa, sehingga orang yang ada di sana serasa terbang dengan pesawat.

 

Flat Earth Society (kelompok masyarakat yang percaya bahwa bumi itu datar) mengatakan NASA telah melakukan pembodohan publik karena memberitakan hoax. FES juga beranggapan bahwa foto bumi berbentuk bola yang diambil dari luar angkasa adalah hoax, juga pendaratan NASA yang pertama oleh Neil Armstrong beserta kru lain adalah kerjasama NASA dengan Hollywood.

 

Salah satu teori terkemuka yang disebutkan oleh Flat Earth Society ialah Bumi serupa piringan, di mana Lingkaran Arktik berada di pusatnya, sementara Antartika, sebuah dinding es setinggi 150 kaki atau 45,7 meter, berada di pinggirannya. Mereka juga mengklaim, NASA mempekerjakan sejumlah orang untuk menjaga ketat dinding es ini, mencegah siapapun memanjatnya dan melewati piringan bumi.

 

Diduga cara berfikir kelompok Flat Earth Society sebenarnya mengikuti cara pikir “Zetetic Method” atau metode ilmiah alternatif yang berkembang pada Abad ke-19. Metode ini menekankan pada rekonsiliasi antara empirisme dan dan rasionalisme sehingga menghasilkan kesimpulan logis berdasarkan data empiris,” kata wakil ketua Flat Earth Society, Michael Wilmore asal Irlandia pada situs sains, Life’s Little Mysteries.

 

Walau terkesan aneh, namun pandangan bahwa bumi itu datar adalah sebuah hal yang sangat lebih masuk akal bagi penganutnya. Penganut bumi bulat akan menganggap penganut bumi datar itu tidak benar, dan juga sebalikya. Hal tersebut merupakan pandangan yang sudah diperdebatkan jauh sebelum zaman masehi dimulai dan bahkan sampai sekarang juga masih belum selesai.

 

Comments

comments


Share: