Mengerjakan Ujian Tanpa Soal di Film Exam

NEWSTODAY.ID, Medan – Sebuah perusahaan sedang mencari karyawan baru lewat seleksi masuk.  Tahap seleksi mulai mencapai puncak  dan ada delapan karyawan tersisa yang menjalani tes. Karyawan yang berhasil melalui seleksi masuk ini akan mendapat jaminan yaitu sebuah jabatan yang penting di perusahaan dan akan diberikan gaji besar. Namun tes masuk tersebut tidak semudah yang mereka kira. Mereka diberikan selembar kertas kosong dan sebuah pensil. Mereka harus mampu menjawab pertanyaan namun dengan syarat kertas mereka harus tetap bersih seperti sedia kala. Bagaimana mungkin?

EXAM adalah sebuah film keluaran tahun 2009 lalu yang tidak ada bosan-bosannya dan masih sangat menarik untuk ditonton. Latar tempat kejadian film ini hanya berlangsung di satu titik saja, yaitu ruangan tempat calon-calon karyawan mengerjakan tes mereka. Menarik, bukan?

Ada beberapa aturan-aturan yang harus diikuti oleh peserta ujian, selain tidak boleh merusak kertas. Yaitu para peserta dilarang untuk berkomunikasi dengan pengawas dan juga petugas keamanan dan juga para peserta dilarang untuk meninggalkan ruangan saat ujian sedang berlangsung. Jika mereka melanggar, mereka akan dinyatakan gagal dalam mengerjakan soal ujian.

Lantas apa pertanyaan dari soal ujian tersebut? Tidak ada. Tidak ada pertanyaan yang diberikan oleh pengawas. Padahal, pengawas mengatakan saat menyampaikan aturan bahwa mereka diberikan waktu 80 menit saja untuk mengerjakan soal.

Para peserta ujian memakai nama sesuai dengan karakter fisik mereka. Lukas Mably sebagai si Putih (White), John Lloyd Fillingham sebagai si Tuli (Deaf), Nathalie Cox sebagai Rambut pirang (Blonde), Jimi Mistry sebagai si Coklat (Brown), Pollyanna McIntosh sebagai si Rambut coklat (Brunette), Chukwudi Iwuji sebagai si Hitam (Black), Gemma Chan sebagai Wanita Cina, Adar Beck sebagai si Gelap (Dark). Mereka mulai kebingungan satu sama lain karena waktu semakin terbatas sedangkan mereka harus menjawab soal yang diberikan dari pengawas ujian yang diperankan oleh Chris Carey.

Salah satu di antara mereka pun ada yang berinisiatif untuk menulis jawabannya di kertas ujian. In the end, ia didiskualifikasi karena melanggar aturan karena dianggap merusak kertas.

“It’s not about the answer. It’s about the question

Titik menegangkan dari film ini adalah ketika masing-masing dari mereka mulai kebingungan karena waktu yang sudah semakin sedikit dan jawaban dari soal mereka kerjakan belum juga ada. Ketegangan semakin memuncak ketika masing-masing dari mereka mulai berkelahi bahkan saling membunuh satu sama lain. Lantas bagaimana mereka menyelesaikan ujian yang diberikan tersebut?

 

Comments

comments


Share: