NEWSTODAY.ID, Aceh -A�Siapa yang tak senang bermain game ? Semua orang membutuhkan game untuk melepaskan rasa penatnya setelah seharian beraktivitas. Game merupakan sebuah media hiburan berbentuk multimedia yang dibuat semenarik mungkin agar pemain bisa mendapatkan sesuatu untuk mendapatkan kepuasaan batin.

Game sendiri memiliki beragam jenis genreA�untuk dimainkan, salah satunya yang akan dibahas yaitu game bergenre FPS (A�first-person shooter). Game bergenre FPS ini merupakan game yang menggunakan sudut pandang orang pertama. Contohnya yaituA�seperti Counter Strike : Global elite, Call Of DutyA�merupakan game yang bergenre FPS.

Bermain game FPS ternyata memiliki dampak positif, seperti yang dikutip dari laman Mirror.A�Dalam penelitian yang dilakukan olehA�Dr Shawn Green dan beberapa ilmuwan lain, mereka percaya bahwaA�gameA�tersebut meningkatkan kekuatan otak, bahkan lebih baik dariA�gameA�asah otak.

Sebab dalam bermainA�gameA�aksi semacamA�game shooter,A�pemain diminta untuk dapat bergerak secara cepat, ditambah dengan target yang juga sering keluar masuk pandangan secara cepat.

Namun, setiap yang namanya melakukan sesuatu secara berlebihan pasti akan berdampak tidak baik. Begitu juga dengan bermain game.A�Dua peneliti dari UniversitA� de MontrA�al dan McGill University menerbitkan penelitian mereka mengenai psikiatri molekular. Dari penelitian tersebut, mereka menemukan keterkaitan antara game first-person shooterA�(FPS) dan reduksi materi abu-abu (gray matter) dalam hippocampus.

Gray matter (materi abu-abu) merupakan gen yang berhubungan dengan kecerdasan seseorang.A�Gray matterA�berfungsi sebagai penganalisa informasi. Sedangkan hippocampus adalah bagian otak yang berperan sebagai konsolidasi ingatan pendek ke ingatan jangka panjang serta kemampuan navigasi spasial.

Dua profesor bernama Gregory dan Veronique Bohbot, kemudian melakukan eksperimen dengan merekrut responden berusia 18-30 tahun. Responden tersebut sebelumnya belum pernah sama sekali bermain video game.

Eksperimen yang dilakukan terhadap kedua responden tersebut berjalan selama empat tahun. Responden diarahkan untuk bermain game FPS, kemudian subyek penelitian dibagi menjadi dua, mereka yang menggunakan ingatan spasial untuk menavigasi dan mereka yang menggunakan inti nukleus.

Dari hasil eksperimen, sebanyak 85 persen dari mereka yang bermain lebih dari enam jam seminggu mengalami peningkatan pada inti nukleus sekaligus penurunan pada materi hippocampus.

Artinya, secara esensial, bermain FPS menurunkan kemampuan si pemain untuk mengingat alih-alih mempengaruhi perilaku.

Bagi mereka yang mengalami penurunan materi abu-abu dalam hippocamus memiliki risiko tinggi mengalami peningkatanA�post-traumatic disorderA�(PTSD). Pada usia muda, mereka memiliki kecenderungan mengalami depresi dan pada usia tua akan mengalami Alzhaimer. celebrex 200 mg, dapoxetine online

Comments

comments


Share: