NEWSTODAY.ID, Bandung -A�Peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) ternyata pernah membuat masyarakat Indonesia ketakutan. Fenomena GMT yang terjadi pada tahun 1983 membuat langit pagi menjadi gelap sehingga menakutkan bagi sebagian warga.

Hampir 35 tahun silam, Indonesia pernah disapa oleh Gerhana Matahari Total (GMT), tepatnya pada 11 Juni 1983. Kala itu, GMT berlangsung hanya di Pulau Jawa, lokasi dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia.A�Puncak totalitas gerhana berlangsung cukup lama, hampir 7 menit. Kala itu fenomena terjadi pada tengah hari bolong, yaitu sekitar jam 12 siang. Bagaimana tidak heboh, seharusnya terik, tapi secara alami berubah menjadi seperti malam, kata orang-orang.

Fenomena langka nan istiwewan itu pun dianggap menakutkan.A�Kedatangan Gerhana Matahari Total A�lebih dianggap sebagai bencana besar, ketimbang hal istimewa dan langka. Hal itu yang membuat pada GMT 1983, pemerintah Indonesia melarang keras warganya untuk menyaksikan gerhana.

Gerhana Matahari dulu identik dengan kekuatannya yang mampu bikin mata seseorang menjadi buta jika kita berani menatapnya secara langsung. Anggapan itu malah masih hinggap di benak kebanyakan masyarakat yang mungkin sudah mengalami fenomena menakjubkan pada saat itu.

periactin tablets buy, clomid reviews

Dikabarkan dalam media-media nasional, bahkan Presiden Soeharto sebagai kepala pemerintahan waktu itu juga melarang keluarga besarnya untuk keluar rumah. Hal ini disampaikan oleh anak ke-empat Presiden Soeharto, Siti Hediyati atau yang akrab disapa Mbak Titik. “Kita di rumah saja. Karena katanya kan bahaya kalau melihat itu,” ujarnya.

Menurut Titiek, larangan untuk melihat gerhana matahari total secara langsung pada saat itu bukanlah propaganda yang dibuat-buat pemerintah. Hal ini sudah diinformasikan oleh sejumlah ahli jauh-jauh hari sebelum GMT terjadi. Menurut Mbak Titik hal ini terjadi karena teknologi pada saat itu belum canggih sehingga membuat para ilmuan salah kaprah terkait fenomena Gerhana Matahari Total.

Alhasil, 35 tahun silam, keluarga Cendana beserta banyak keluarga Indonesia lainnya melewatkan sebuah fenomena alam yang menakjubkan. Padahal, pada hari itu, puluhan peneliti asing berbondong-bondong datang ke Indonesia hanya untuk menyaksikan gerhana matahari total yang disebutkan terindah dari yang pernah ada di dunia.

Comments

comments


Share: