NEWSTODAY.ID – JAKARTA, GnB Accelerator merupakan program akselerasi atas kerjasama antara perusahaan IT terkemuka Jepang, Infocom Corporation dan where can i buy doxycycline, buy zithromax online Fenox Venture Capital dari Silicon Valley. Selama mengikuti program singkat tiga bulan Tersebut, tiap peserta startup akan mendapat investasi sebesar USD 50.000 atau sekitar Rp. 666.000.000 juta rupiah, fasilitas co-working space, serta bimbingan dari para mentor yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Ke 6 Startup tersebut yang mengikuti program tersebut adalah Sticar, Sistem Akademik (SIKAD), PanenID, MedikaApp, Simplidots dan Plomo. Beragam startup berangkat dari latar belakang yang berbeda namun mengemas produk bisnisnya yang unik serta menantang.

GnB merupakan program akselerasi kerjasama antara perusahaan IT terkemuka Jepang, Infocom Corporation dan Fenox Venture Capital dari Silicon Valley. Foto : newstoday.id/arsip

Tepatnya pada hari ini (05/09) program GnB Accelerator telah memasuki batch ke tiga pada tahun ini yang bertujuan mempertegas kembali posisinya sebagai program akselerator terbaik bagi startup terpilih di Indonesia. Terbukti selama dua tahun belakangan program tersebut telah mengantarkan para pesertanya (startup founder) ke big hit milestone dalam segmen enterprenuer journey mereka sendiri. Kesuksesan sebelumnya menghasilkan 6 startup terpilih yang juga akan di antarkan untuk mengikuti program GnB Accelerator batch ketiga selama rentang bulan September hingga November 2017 atau tiga bulan kedepan.

Kentaro Hashimoto, selaku CEO GnB Accelerator Program memberikan keterangan kepada newstoday.id dengan menyampaikan rasa ketertarikan akan pasar di Indonesia. “Kita adalah sebuah akselerator bukanlah inkubator”, kata Kentaro saat menghadiri acara Gnb Accelerator Batch 3 di Jakarta pada Selasa (05/09/17).

Ia juga sampaikan di negara asalnya yaitu Jepang, hampir tidak ada ruang gerak bagi startup untuk berkembang maka dari itu program Gnb Accelatator yang sudah berlangsung 2 tahun belakangan ini menjadikan pasar di Indonesia sebuah market place yang besar, “Di Indonesia pasar bagi startup sangatlah mendukung jika dibanding dengan masyarakat di Jepang. Masyarakat Indonesia soal intensitas penggunaan smartphone sangatlah besar jika dibandingkan dengan jepang, karena hal tersebut nantinya kami akan melakukan digital campaign secara besar-besaran”. Kata Kentaro.

Soal uang USD 50.000 bagi negara Jepang ia pun sampaikan tidak ada arti apa-apanya jika mencanangkan program bisnis startup berbasis akselator di negara asalnya. Pada dasarnya Gnb Accelerator merupakan wadah untuk mendapatkan akses bagi para startup yang berada di early stages kepada bagi para investor.

Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Jovian Onggowinarso selaku investment Analyst Fenox Venture Capital, “Bedanya inkubator dan akselerator adalah soal provide saja karena saat ini kita sudah ditahapan advance jika dalam ranah starup program dan juga jika sebuah startup tersebut sudah punya konsep, produk dan ide kedepannya sisanya kita itu men-deliver serta mewadahi mereka untuk dapat networking atau A�meng-akselerasi saja dengan instansi seperti dengan media, investor bahkan sesama startup lainnya, Kata Jovian.

Mekanisme investasi sendiri dalam program ini pun sangat lah aman, ketika sebuah startup sudah memberikan investment sebesar USD 50.000 maka selanjutnya uang tersebut tidak di provide per bulannya melainkan menunggu untuk di akusisi saja. Untuk keamanan tidak perlu cemas karena lewat program akselerator ini kita juga akan cari startup-startup yang potensial untuk di akusisi, jadi mereka juga akan berlomba-lomba untuk membuat jasa maupun produk sebagus mungkin selama program Accelerator GnB ini berlangsun hingga November nanti, tutup Jovian.

Comments

comments


Share: