MetropolitanA�– Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang ke-10 di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (13/2).

Pada persidangan kali akan dihadiri oleh empat orang saksi mulai dari ahli pemuka agama, bahasa hingga ahli pidana. Salah seorang saksi ahli yang dihadirkan merupakan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, tim penasihat hukum Ahok menilai tidak tepat bila Guru Besar Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu dihadirkan menjadi saksi ahli karena dianggap memiliki konflik kepentingan dalam kasus yang menjerat Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Tim penasehat hukum terdakwa Ahok dalam persidangan memaparkan Wakil ketua Komisi Fatwa MUI, Muhammad Amin Suma memiliki konflik kepentingan.

buy zoloft online cheap, acquire lioresal Beliau adalah Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI dan menyumbangkan pikirannya dan memimpin pertemuan. Yang saat dalam pembahasan sikap keagamaan MUI, saksi ahli ini ikut di dalamnya dan ikut menyumbangkan pikirannya dan memimpin pertemuan. Kami mohon hakim berkenan keberatan untuk ahli ini dinyatakan sebagai ahli tidak kredibel tak patut didengar keterangannya,” tutur tim penasihat hukum terdakwa Ahok dalam persidangan, Auditorium Kementrian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (13/2).

Perkiraan JPU akan menghadirkan empat orang saksi antara lain, Muhammad Amin Suma, Mudzakkir (Ahli Hukum Pidana), Abdul Chair Ramadhan (Ahli Hukum Pidana) dan Prof. Mahyuni (Ahli Forensik Bahasa) yang mana pada sidang ke-9 silam (07/02) tim JPU menghadirkan beberap saksi, Mereka antara lain adalah nelayan yang menyaksikan pidato Ahok ketika menyebut Surat Al Maidah 51 (27 /09/2016) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dan dua lainnya adalah ahli agama dan ahli kriminal.

Comments

comments


Share: