celebrex tablets buy, Zoloft withoutprescription NEWSTODAY.ID, Jakarta – Sebenarnya agak riskan jika mengatakan bahwa kebanyakan dari ilmuwan itu tidak mempercayai Tuhan. Abu Walid Muhammad bin Rusyd atau biasa dikenal dengan Averroes, Ibnu Sina atau Avicenna, dan Al-Khawarizmi yang merupakan seorang ahli matematika yang menemukan teori Aljabar merupakan beberapa contoh dari sekian banyak orang yang berilmu tapi tidak lupa dengan Tuhannya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, banyak dari para saintis tak lagi mempercayai adanya Tuhan. Teori-teori yang mereka dapatkan dari setiap penelitian semakin mempertegas kedudukan mereka sebagai orang yang cenderung agnostik terhadap persoalan-persoalan metafisika.

Stephen Hawking contohnya. Dalam sebuah wawancara, ia berkata a�?Sebelum kita mengenal sains, natural untuk percaya bahwa Tuhan mengenal alam semesta. Tapi sekarang sains menawarkan penjelasan yang lebih meyakinkan.a�? Sebelumnya, Hawking juga mengklaim bahwa surga itu tidak ada sama sekali. Baginya surga adalah akal-akalan belaka dari orang yang takut akan kegelapan, seperti yang dilansir dari Kompas.

Hawking beberapa kali memberikan pernyataan yang menunjukkan bahwa dia ateis. Dia pernah mengatakan, alam semesta diatur oleh hukum pengetahuan. Tuhan mempunyai hukum, tetapi tidak akan mengintervensi kalau ada yang melanggar.

Dr Karlina Leksono astronom Indonesia menyebutkan, bahwa pandangan terhadap Tuhan yang disembah oleh para ilmuwan yang agnostik berbeda dengan Tuhan yang kita ketahui selama ini. Beberapa dari para agnostik ini bahkan menolak untuk disebutkan sebagai Ilmuwan Atheis.

Walaupun begitu, berbeda dengan Hawking, Albert Einstein mengatakan bahwasanya apabila ilmu tanpa dibekali dengan agama itu buta. Begitu juga dengan agama. Agama tanpa ilmu lumpuh. Apa maksudnya? Einstein termasuk salah satu tokoh yang tetap mempertahankan agamanya meskipun banyak menemukan teori-teori baru terkait persoalan ilmiah.

Mampukah para ilmuwan ini menyingkap secara gamblang lewat ilmu pengetahuan yang mereka kuasai tentang adanya Tuhan? Meski mereka juga tidak terlalu mementingkan peranan Tuhan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, pada hakikatnya ilmu pengetahuan dan agama memiliki tujuan yang sama. Yaitu menuntun manusia ke arah yang lebih baik dalam hidupnya, dan berusaha agar menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya.

 

 

Comments

comments


Share: