NEWSTODAY.ID – JAKARTA, Penembakan massal terjadi kembali dan mengguncang sejumlah media massa internasional dan mencuatkan isu dugaan kasus terorisme. Kali ini aksi penembakan terjadi pada Minggu, 5 November 2017 waktu Houston, Texas di Gereja First Baptist, Sutherland Springs, Texas. Informasi tersebut dihimpun newstoday.id dari surat himbauan Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Houston, Texas.

Dalam pernyataan tertulis dari KJRI Houston, dilaporkan sebanyak 26 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Diketahui lokasi kejadian sekitar 60 km tenggara kota San Antonio, Texas. Identifikasi oleh penyidik dalam olah tkp ditempat kejadian, pelaku bernama Devin Patrick Kelley. Seorang pemuda berusia 26 tahun yang merupakan mantan Angkatan Udara Amerika Serikat.

doxycycline buy online, buy lioresal online Devin Patrick Kelly merupakan tersangka penembakan massal di Houston,Texas pada 05 November 2017. Ia ditemukan tewas paska kejadian.

Ia dilaporkan tewas usia kejadian, Penyebab tewasnya pelaku belum jelas, apakah bunuh diri atau ia tertembak petugas yg mengejarnya.

KJRI Houston, menghimbau “Seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia yang berdomisili di wilayah kerja untuk waspada dan berhati-hati terhadap timbulnya dampak yang tidak diinginkan terhadap peristiwa ini, senantiasa memantau perkembangan situasi melalui tayangan televisi, radio, internet atau media lainnya yang terus menerus menyiarkan hal ini serta senantiasa memperhatikan anjuran Pemerintah atau aparat keamanan yang berwenang, ditempatnya masing-masing” tegas instruksi tertulis KJRI dalam surat himbauannya (06/11).

KJRI Houston juga telah berkoordinasi dengan beberapa kelompok masyarakat Indonesia ditempat kejadian, demi memperoleh keterangan berupa data WNI yang memang tinggal dekat dengan lokasi kejadian atas aksi penembakan massal tersebut. Tujuan tersebut bermaksud untuk memastikan bahwa tidak ada korban WNI dalam peristiwa penembakan massal tersebut.

Comments

comments


Share: