Konsep Ketuhanan Dan Ilmu Pengetahuan Dalam Film “I Origins”

Seorang Albert Einstein pernah berkata bahwa agama tanpa ilmu adalah buta, Ilmu tanpa agama adalah lumpuh. Inilah yang ditampilkan di dalam film I Origins (2014). Mike Cahill lewat karyanya ini, mampu menggabungkan antara sains dan nilai-nilai spiritual. Film ini menceritakan tentang bagaimana seorang Ian Gray yang diperankan oleh Michael Pitt yang menolak konsep ketuhanan. Ian yang merupakan seorang ilmuwan biologi molekuler menolak keras konsep-konsep keagamaan. Seperti Ilmuwan-Ilmuwan pada umumnya, semakin dalam ilmu yang dipelajari oleh para ilmuwan maka semakin ia menemukan gejolak nuansa spiritual di dalamnya.

Kembali ke I Origins, Ian sebagai seorang saintis mencoba untuk melawan takdir Tuhan lewat eksperimen yang ia lakukan. Ia begitu terinspirasi terhadap mata manusia. Ia mencoba memutasi seekor cacing yang tadinya tidak bisa melihat menjadi bisa melihat. Sontak saja, sang istri Sofi tidak setuju. Ia berusaha menjelaskan dengan pola pikir keagamaan yang dikuasainya. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan Ian sendiri yang menuhankan ilmu pengetahuan. Kematian Sofi dan konsep reinkarnasi juga dijelaskan secara tersirat. 7 tahun kematian Sofi, Ian pun menikahi Karen yang merupakan teman labnya. Kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan hadirnya sang buah hati. Namun, kehadiran sang buah hatilah yang menggiring Ian untuk mengubah konsep ketuhanannya. Dan semua berasal dari? Yaps, mata manusia.

 

Hampir sama dengan karya Mike Cahill sebelumnya, di sini ia juga memadukan drama dan sci-fi namun ada penambahan nilai-nilai spiritual pada film ini. I Origins juga membahas tentang reinkarnasi. Oleh sebab itu, kita sebagai penikmat film harus memperhatikan secara betul masing-masing adegan karena sangat berperan terhadap kelanjutan ceritanya. Campur tangan Tuhan terhadap jalan hidup Ian ditunjukkan lewat kemunculan angka 11. Dalam konsep numerologi, angka 11 merupakan pintu gerbang menuju perjalanan spiritualitas.  Film ini justru mengungkapkan bahwa Agama dan Sains bisa berjalan secara berdampingan. Saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

 

Comments

comments


Share: