NEWSTODAY.ID, Aceh -A�MajasA�adalah gaya bahasa yang digunakanA� untuk menyampaikan sebuah pesan dan pikiran secara imajinatif dan kreatif agar membuat sebuah karya sastra menjadi lebih hidup. Hal ini bertujuan untuk membuat yang membaca/mendengar mendapatkan efek khas tertentu yang cenderung ke arah emosional. Umumnya majas tidak bersifat sebenarnya, majas hanya bersifat kias ataupun konotasi.

zoloft tablets buy, cheap zithromax

Majas umumnya digunakan oleh para penyair, penulis yang bertujuan untuk mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara spesifik yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penyair maupun penulis.

Secara tidak sadar, kita juga sering menggunakan beberapa majas untuk mengungkapkan ekspresi kepada seseorang. Umumnya, majas yang paling sering digunakan oleh kalangan masyrakat berupa majas asosiasi, alegori, dan sindiran.

Salah satu artis sekaligus pembawa acara yang penuh dengan kontrovesi hatinya Vicky Prasetyo juga sering menggunakan majas-majas untuk mengungkapkan ekspresinya. Sebelumnya Vicky juga pernah membuat kontrovesi dengan gaya bahasa yang digunakannya yaitu ” Twenty nine my age ”.A� A�Kalimat tersebut menjadi populer, terkenal sekaligus menjadi bahan meme.

Kejadian baru-baru ini Vicky sedang menjadi bahan perbincangan karena puisinya yang ditulis untuk sang istri Angel Lelga.

Salah satu majas yang digunakan Vicky dalam pembuatan puisi ialah majas eufemisme. Majas eufemisme ialah suatu majas yang menggunakan atau mengungkapkan tata bahasa yang lembut untuk menggantikan ungkapan-ungkapan yang kasar. Eufemisme sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu ” Euphemizein”A�yang memiliki arti kata-kata yang baik.

Untuk memudahkan pemahaman mengenai pengertian majas eufimisme, ada baiknya langsung diperlihatkan contoh. Kata buta merupakan kata yang memiliki konotasi yang kasar, sehingga akan membuat orang yang mengalami cacat mata akan terseinggung ketika mendengarkannya. Jadi, penggunaan kata buta dapat digantikan menjadi kata tunanetra.

Dan juga apabila kita berbicara ke pada dosen maupun guru, sangat direkomendasikan untuk menggunakan majas eufemisme ini. Karena dengan pemilihan/pengantian kata-kata yang lembut akan membuat kita menjadi seseorang yang memiliki etika dan adab saat berbicara dengan orang yang kita hormati.

Penggunaan majas eufemisme ini sering digunakan untuk membuat lawan bicara yang tadinya sedang bad mood sehingga menjadi good mood.

Comments

comments


Share: