Malware Pencuri Uang

Para pengguna sistem operasi Android nampaknya perlu berhati-hati dengan malware pencuri uang yang satu ini. Pasalnya para hacker yang sering mencuri uang melalui pada PC sudah mulai menyambangi Android. Pencurian uang ini dilakukan dengan membajak perangkat mobile tersebut dan menyelipkan malware melalui situs web.

Perilaku mencuri uang dari Android ini juga dikenal dengan istilah mining. Semakin banyak perangkat yang dibajak, maka akan semakin banyak pula uang yang bisa dihasilkan dari sana.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu firma sekuriti terbesar Malwarebytes. Firma tersebut mengungkapkan sebuah data bahwa ada serangan dalam skala yang sangat besar yang sengaja ditujukan untuk perangkat dengan sistem operasi Android.

cryptomining

Sistem kerja para hacker ini adalah dengan menggunakan iklan redirect yang ada di dalam situs untuk mengalihkan perhatian pengguna dan mengarahkannya ke beberapa situs penambang uang virtual Mornero (XMR). Yang lebih parahnya lagi adalah dimana situs penambang uang itu secara terang-terangan mengatakan akan menambang uang milik pengguna. Para korban pun diminta untuk mengisi captcha dan membuktikan bahwa mereka bukanlah “bot”.

Jika pengguna telah memasukkan captcha, maka mereka akan dikembalikan ke situs pencarian Google. Tapi jika tidak segera memasukkannya, maka selama pengguna tersebut melakukan aktivitas di situs itu, maka situs akan terus menggunakan sumber daya perangkat milik korban untuk terus menambang uang virtual (Cryptomining).

Detail dari metode yang digunakan para hacker ini sampai sekarang belum diketahui secara jelas. Namun dapat diduga bahwa malware tersebut menginfeksi perangkat korban melalui iklan redirect yang secara otomatis terunduh ke perangkat mereka.

Seperti rilis yang publikasikan langsung dari laman Malwarebytes, pada laporannya, Malwarebytes menerangkan jumlah rata-rata pengguna yang menjadi korban di situs mining tersebut menghabiskan waktu sekitar 4 menit. Situs penambang tersebut dibuat dalam bentuk pop-under. Hal ini supaya pengguna tidak begitu menyadari apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Secara data memang terlihat sangat minim waktu yang diambil dari perorangan penggunanya untuk mining. Tapi jika ditotalkan dari keseluruhan jumlah korban, ini adalah waktu yang sangat fantastis. Diperkirakan jumlah trafik ke situs penambang uang tersebut mencapai angka 800.000 per hari. Dari angka tersebut dapat diperkirakan bahwa jumlah korban telah mencapai jutaan pengguna.

Sebelumnya pada perangkat dekstop saja, serangan “cryptomining” dalam skala besar seperti ini bisa menghasilkan uang virtual dalam jumlah besar dengan estimasi mencapai 3,6 juta dollar AS.

“Perangkat mobile memang tidak memiliki kekuatan setangguh perangkat dekstop, akan tetapi jumlah penggunanya lebih banyak,” ungkap analis malware dari Malwarebytes, Jerome Segura, seperti yang dirangkum News Today Indonesia dari laman ZDNet, Kamis (15/2/2018).

Operasi hacker ini diduga telah berlangsung sejak bulan November tahun 2017 yang lalu. Perkembangannya pun semakin luas pada bulan Januari 2018 ini.

Untuk menangani masalah ini, Malwarebytes menyarankan kepada setiap pengguna Android agar memasang ad-blocker pada cheap viagra online, generic dapoxetine browser mereka atau menambahkan aplikasi sekuriti di ponselnya. Hal ini tentu saja berguna agar tidak semakin banyak pengguna yang menjadi korban atas tindakan hacker tidak bertanggung-jawab ini.

Comments

comments


Share: