Menanggapi Dilanisme yang Melanda Indonesia Hasil Karya Terbaiq Pidi Baiq

“Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja.”

NEWSTODAY.ID, Medan – Mungkin bagi anda pecandu media sosial, kalimat ini sudah tak asing lagi untuk dilihat. Ada beragam versi  yang bisa membuat anda terpingkal-pingkal membacanya. Kalimat ini berawal dari ucapan Dilan, seorang remaja tampan yang romantis sekali.

Dilan merupakan sosok yang ditampilkan dari film Dilan 1990. Film yang diangkat dari novel best seller karya Pidi Baiq ini, menduduki tempat teratas film Indonesia terlaris pada 2018. Untaian kata yang terucap dari mulut seorang Dilan tentu akan menyihir setiap wanita yang mendengarnya. Tak terkecuali Milea. Apabila Dilan benar-benar ada di dunia nyata, itu mungkin Tuhan yang Maha Adil membuat pengecualian terhadap sosok Dilan. Ia merupakan pribadi yang humoris tapi tetap romantis, anak geng motor yang selalu setia melindungi pasangannya kapan saja, menyukai buku  yang baginya menarik untuk dibaca, dan terlalu sempurna untuk membahas kecacatan yang ada pada Dilan selain menjadi  incaran untuk guru BP di sekolahnya.

Pidi Baiq berhasil  membius masyarakat Indonesia lewat tulisan-tulisan romantisnya. Berawal dari cerita panjang yang dikemas ke dalam blog pribadi, lalu berubah bentuk menjadi salah satu novel terlaris di negeri ini. Novel tersebut kemudian ditayangkan di bioskop-bioskop yang hingga detik ini ramai oleh gadis-gadis remaja yang bermimpi menjadi seorang Milea. Di sini, Iqbaal dan Vanesha Prescilla dalam memerankan dua karakter sentral, yakni Dilan dan Milea.

Budaya latah masyarakat Indonesia terhadap satu hal yang menjadi viral tak bisa dipisahkan antara satu dan lainnya. Sebut saja, dari sektor penjualan makanan. Ketika tahu bulat menjadi viral, banyak orang berlomba-lomba untuk kredit mobil pick-up. Tujuannya? Agar bisa berwirausaha dan mencoba untuk menjual tahu bulat.

Lupakan tahu bulat, kembali ke pokok permasalahan kita tentang budaya latah dari Dilan 1990. Sejak trailer Dilan dirilis pertama kali pada Desember 2017 lalu, mulai muncul meme-meme yang berkaitan tentang Dilan. Efek Dilanisme melanda mereka yang masih berusia remaja. Satu persatu meme muncul, dan semakin lama menjadi semakin membosankan. Bahkan, beberapa waktu lalu anak Presiden Jokowi pun sempat latah untuk membuat memenya.

Namun di luar itu, film Dilan tetap menarik untuk dinikmati. Meskipun beberapa kalangan menganggap film ini terlalu lebay, bisa saja itu hanya sebagai alasan karena orang tersebut tak memiliki pasangan seromantis Dilan ataupun Milea. Film ini menyajikan kisah cinta saat kita masih duduk di bangku SMA, usia di mana kita ingin menunjukkan jati diri terhadap lingkungan sekitar. Jadi, sudah siapkah kamu menikmati romantisme era 90-an?

Comments

comments


Share: