Pemilihan Presiden Russia akan diadakan Maret 2018 mendatang, sang petahana Presiden Vladimir Putin jauh jauh hari sudah menyatakan akan mencalonkan diri kembali dalam pemilu mendatang.

Banyak nama yang diisukan akan menjadi penantang sang petahana mulai dari lawan politiknya hingga calon-calon yang mendaftar melalui jalur independen.

Aina Gamzatova | Image : kumparan

Dari puluhan orang yang mendaftar melalui jalur independen ada satu yang menarik perhatian, ia adalah Aina Gamzatova seorang jurnalis muslim yang juga penasehat mufti, telah mengumumkan keikutsertaannya dalam pemilu maret mendatang pada laman facebook-nya pekan lalu.

Aina Gamzatova dan Akhmad Abdulaev | Image : kumparan

Aina Gamzatova merupakan pemimpin redaksi Islam.ru, media Islam terbesar di Rusia yang terdiri dari televisi, radio dan media cetak. Gamzatova juga istri dari seorang mufti asal Dagestan, Akhmad Abdulaev. Sebagai informasi mufti adalah seorang ulama yang memiliki wewenang untuk menginterpretasikan teks dan memberikan fatwa kepada umat. 

Sebelumnya Gamzatova juga pernah menikah dengan Said Muhammad Abubakarov, seorang pemimpin sufi dengan ribuan pengikut. Abubakarov tewas pada 1998 akibat ledakan bom mobil. Hingga saat ini belum diketahui siapa pelakunya. Namun Gamzatova secara umum mengecam ‘wahabi’ sebagai dalang dibalik peristiwa ini.

Sosoknya sebagai perempuan muslim yang hendak menantang Putin, cukup menghebohkan Negara Beruang Merah tersebut. Langkah Aina dalam pemilu menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak. 

Seorang bloger terkenal asal Dagestan, Zakir Magomedov menulis, Gamzatova pasti tidak akan menang walaupun seluruh populasi Muslim yang berjumlah 20 juta memilihnya dalam pemilihan presiden di negara dengan 140 juta jiwa itu.

“Tentu saja dia tak akan jadi presiden. Untuk membicarakannya saja merupakan hal yang bodoh,” tulis Magomedov. Dikutip dari BBC Indonesia.

Eduardus Lemanto, mahasiswa Indonesia di Moskow yang tengah mengambil doktoral bidang politik, mengatakan jajak pendapat menempatkan Putin di posisi teratas karena dua barometer penting, keamanan dalam negeri serta ekonomi.

“Tentu ok ok saja mereka masuk ke bursa pencalonan….tapi kira-kira mampu tidak menduduki posisi yang tuan Putin miliki,” kata Eduardus, dikutip dari BBC Indonesia.

Gamzatova bertemu dengan pendukungnya | Image : bbc Indonesia

Lain hal nya dengan Gaydarbek Gaidarbekov, mantan juara tinju Olimpiade asal Dagestan itu menuliskan pada akun Instagramnya bahwa pencalonan Gamzatova akan meningkatkan citra perempuan Muslim Rusia.

“Bahkan bilapun kalah, orang akan tahu bahwa perempuan berjilbab ini tidak hanya seorang ibu atau seorang wanita, namun juga orang berpendidikan, yang bijak dan terhormat,” tulis Gaidarbekov, dikutip dari BBC Indonesia.

Untuk mengenal calon penantang Putin lebih dekat berikut profil Aina Gamzatova:

Aina Gamzatova lahir pada 1 Oktober 1971 di Makhachkala, Dagestan, Rusia dari pasangan Gamzatov Zairbek Omarovich dan Gamzatova Patimat Gamzatovna.

Ayahnya adalah seorang guru yang telah mengajar selama 30 tahun di Sekolah Teknik Hidromelioratif Dagestan. Sementara ibunya sempat menjadi guru di Sekolah Menengah Gotsatlinskoy namun kemudian bekerja di Rumah Sakit Uchkhoz Makhachkala selama 20 tahun.

Pada 1989, ia kuliah Jurnalistik di Universitas Negeri Dagestan dan sudah melakukan kerja magang di stasiun televisi dan di media cetak ‘Youth of Dagestan’ sejak tahun pertama.

Pada 1995, Gamzatova mulai melibatkan diri di Republik Dagestan sebagai penasihat media dan hubungan masyarakat. Di saat yang sama, ia juga bekerja untuk saluran televisi dan radio Dagestan sebagai penyunting segmen sosial dan politik.

Pada 2002-2005, Gamzatova menjadi rektor Universitas Islam Kaukasus Utara.

Pada 2007, Gamzatova merilis buku berjudul Our Religion to Us is Your Religion to You’.

Pada 2008, ia juga merilis buku lainnya yang berjudul ‘Submissive to God of Obedient to the Devil’ dan ‘On Wahhabism’.

Pada 2009, Dengan kesuksesan yang telah diraihnya, Gamzatova mendirikan lembaga amal bernama ‘Path’.

Sejak 2010, ia menjadi pemimpin redaksi media analisis Islam.ru yang memiliki saluran televisi, radio, media cetak, hingga buku.

Pada 2015, Gamzatova juga menjadi Wakil Rektor Sekolah Hukum di Republik Armenia.

Pada 2016, Gamzatova turut aktif dalam seminar internasional, ia tergabung dalam Konferensi Institusi Rusia untuk Ilmu Strategis bertajuk “Persekusi Kristen di dunia modern: aspek geo-politik.”

Comments

comments


Share: