NEWSTODAY.ID, MEDAN -A�Universitas Hasanudin menjadi sorotan banyak media belakangan ini setelah menskorsing sepasang mahasiswa dan mahasiswinya dikarenakan menempelkan poster bertuliskan a�?Kampus Rasa Pabrik.a�?

Rezki Ameliyah yang merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNHAS tersebut menceritakan alur kejadian tersebut bermula dari kegiatan diskusi panjang yang mereka sebut dengan Posfordis atau ekonomi pasca industri. Ia merasa terdapat kejanggalan pada pendidikan kampus yang sekarang setelah menerima hasil dari diskusi panjang tersebut.

Maka dari situ munculah ide dari Ameliyah akan kampus yang sekarang tampak menghasilkan produk kapitalis modern. Ide tersebut juga yang menjadi kata-kata yang dituang dalam poster hitam bertuliskan Kampus Rasa Pabrik.

Mereka telah menempelkan poster di tiga titik wilayah kampus Universitas Hasanudin. Ketika hendak menempelkan poster di mading, tiba-tiba Ameliyah yang ditemani oleh mahasiswa satu alamamaternya yang bernama Mohamad Nur Fiqri langsung diciduk oleh satpam yang juga seketika langsung diamankan keruangan wakil rektor III. Tak lama setelah ditindak oleh pihak rektorat, di hari itu juga mereka berdua resmi di skorsing 2 semester.

Ishaq Rahman yang merupakan Kepala bidang humas Unhas saat ditanyai, mengatakan bahwa, keduanya diskorsing akibat melanggar aturan yang tertuang dalam tata tertib kampus nomor 1595/UN4/05.10/2013. Pihak kampus menambahkan bahwa aksi yang dilakukan oleh Ameliyah dan rekannya adalah tindakan Vandalisme, sehingga layak untuk diskorsing.

a�?tidak ada larangan, asalkan pada tempatnya. Jika bukan pada tempa yang disediakan, maka harus koordinasikan dulu kepada bagian rumah tangga di kampus,a�? ujar Ishaq Rahman.

Sementara itu, Ameliyah mengatakan, a�? Kami menempelkan poster itu di tiga titik dan sudeah jelas di papan pengumuman. Kami merasa juga tidak pernah menyalahi aturan yang ada.a�?

Atas kejadian tersebut, media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter sempat dibanjiri tanggapan pro kepada Ameliyah dan Nur Fiqri. Tak hanya di dunia maya, mereka juga dibanjiri dukungan dari sesama mahasiswa di Indonesia. Kebanyakan dari mahasiswa tersebut menganggap bahwa pihak otritas kampus tidak demokratis dan terkesan bersifat feodal. zoloft for cheap, acquire zithromax


Share: