NEWSTODAY.ID, Aceh -A�Beda ladang beda belalang, mungkin itu yang dapat digambarkan tentang siswa-siswa zaman sekarang. Bukannya merasa bersalah dan malu ketika ditegur oleh seorang guru, siswa zaman sekarang malah berani menentang sekaligus mengajakA�duelA� buy periactin weight gain, buy dapoxetine online sang guru. Setelah kemarin di Jawa Timur (Jatim) terjadi kasus siswa yang memukuli gurunya hingga tewas. Kejadian kali ini terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) seorang siswa SMP yang tidak diketahui namanya ini tidak terima ketika kepala sekolahnya menegur dan menceramahin akibat perbuatannya. Tidak tahan dengan ceramah yang disampaikan oleh si kepala sekolah, siswa tersebut malah melawan dan mengajak duel si kepala sekolah. Si siswa membuka baju seragamnya dan menentang kepala sekolah untuk berkelahi sembari menanyakan ” Ayo mau di mana ? ”.

Video berdurasi selama 30 detik tersebut tidak menayangkan ketika kepala sekolah dan siswanya tersebut berkelahi.

Berikut merupakan link video siswa yang mengajak kepala sekolah untuk berduel :

Another "SAMPAH" di Indonesia

Posted by Turyana Ramlan on Saturday, February 3, 2018

Mengapa sekarang banyak sekali anak/siswa yang tidak terima dan tidak menghormati gurunya lagi ? salah satu alasan yang paling mendasar yang dapat dijelaskan yaitu kurangnya pelatihan moral dan santun di dalam keluarga. Anak/siswa yang mendapatkan pelatihan moral dan santun secara ekstra di lingkungan keluarga, tidak akan mungkin melakukan tindakan yang tidak pantas dilakukan kepada seorang guru.

Alasan yang kedua yaitu pengaruh era globalisasi yang semakin berkembang. Banyaknya tayangan-tayangan yang tidak mendidik dapat membuat seorang anak/siswa menjadi terpengaruh dan ingin untuk mengikutnya. Sehingga suatu tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang anak, akan dapat dilakukannya. Sehingga diperlukan pengawalan ketika anak-anak sedang menonton acara di TV. Dan juga selalu untuk mengecek setiap tontonan anak di youtube.

Alasan ketiga yaitu faktor lingkungan. Tidak jarang anak/siswa akan terpengaruh akan lingkungan yang ia tempati. Faktor ini juga akan mengubah sifat seorang siswa/anak walaupun sejak ia kecil sudah ditanamkan sifat sopan santun. Efek yang disebabkan akibat faktor lingkungan sungguh besar. Mereka melihat teman-temannya melakukan tindakan kekerasan dan merokok, malah akan ikut-ikutan dengan alasan biar tidak dijadikan bahan bully-an karena tidak mengikut gaya mereka.

Semoga untuk ke depannya kasus-kasus seperti ini tidak terulang lagi.

Comments

comments


Share: