Tega, Nenek Penjual Sesajen Dibayar Uang Mainan Oleh Pembelinya

NEWSTODAY.ID, Jakarta – Seorang nenek penjual cenang atau sesajen untuk sembahyang agama Hindu mengalami peristiwa yang tidak mengenakan. Kejadian tersebut dialami oleh Nenek berumur 79 tahun bernama Gusti Ayu Made Suini ketika sedang berjualan di pertigaan banjar Dinas Kundalini, Desa Umeanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali pada hari Jumat 10 Januari 2020 silam. Bagaimana tidak, ia pernah dibayar dengan uang mainan oleh seorang pembeli cenang dengan nominal Rp. 20 ribu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari seorang relawan bernama Andy, peristiwa tersebut berawal ketika seorang warga membeli canang dengan harga Rp. 15 ribu dengan menggunakan uang mainan Rp. 20 ribu. Korban tidak sadar jika uang tersebut merupakan uang mainan dan bahkan ia memberikan uang kembalian sebesar Rp. 5 ribu. Beberapa saat kemudaian, baru sang nenek sadar jika uang yang diterimanya merupakan uang palsu.

Seperti yang dilansir Newstoday.id dari laman Merdeka (14/1/2019), nenek Gusti Ayu Made Suini menggantungkan hidup dengan suaminya dengan berjualan canang agar bisa bertahan hidup. Peristiwa tersebut ternyata membuat nenek Gusti Ayu Made Suini trauma sehingga ia tidak ingin berjualan lagi.