3 Paradoks Yang Selalu Menarik Untuk Dibahas

Paradoks, pernahkah anda mendengarnya? Berdasarkan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paradoks adalah sebuah pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. Bingung? Singkatnya, paradoks suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis, diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi. Jumlah paradoks tidak sedikit. Ada banyak sekali paradoks yang tercipta, dari yang berhasil dipecahkan hingga yang masih menyimpan tanda tanya.

  1. Paradoks Predestination
    Paradoks yang satu ini sebenarnya simpel, tapi bisa bikin puyeng. Paradoks Predestination adalah sebuah kegiatan yang tak memiliki awalan dan juga tak memiliki akhir. Hanya berkutat di situ-situ saja, ibaratkan sebuah lingkaran. Sebagai contoh, seorang murid dengan wajah murung pulang dari sekolah. Ia sedih karena besok sudah waktunya ujian namun ia belum mengerti sedikitpun materi yang diajarkan. Saat perjalanan pulang, ia dihampiri seorang pemuda yang memakai jaket dan penutup kepala. Pemuda itu memberikannya sebuah kertas sambil berbisik, “Isi ini saat ujian, atau kamu akan menalami hal yang sama denganku.” Ia pun heran, dan melihat kertas yang berisikan jawaban-jawaban saat ujian. Namun, ia tak percaya dan lebih memilih untuk tidak memakainya. Ia pun gagal, dan beberapa tahun kemudian ia menemukan sebuah mesin waktu dan kembali ke masa lalu. Ia mengambil jaket dan penutup kepala untuk menyembunyikan identitasnya dan memberikan kunci jawaban ini kepada dirinya di masa lalu. Sayangnya, dirinya di masa lalu tidak percaya kepadanya dan lebih memilih untuk mengerjakan jawabannya dengan jujur. Dan ini akan terus berulang sampai dirinya mau menggunakan lembar jawaban tersebut.
  2.  Paradoks Pinokio
    “Hidungku tidak normal. Aku bisa membuatnya memanjang.”
    Kita mengetahui bahwa cerita Pinokio apabila setiap ia berbohong hidungnya akan memanjang. Lalu, apakah hidung Pinokio akan memanjang? Padahal ia tidak berbohong. Jika hidungnya tidak bisa memanjang, padahal ia mengatakan hidungnya bisa memanjang maka Pinokio itu berbohong. Namun apabila Pinokio mengatakan hidungnya bisa memanjang, dan itu akan benar-benar memanjang maka ia tidak berbohong. Lalu yang menjadi pertanyaannya, bagaimana mungkin hidungnya bisa memanjang sedangkan ia tidak ada berbohong sama sekali?
  3. Paradoks Omnipotence
    Paradoks ini ramai diperdebatkan oleh kalangan agnostik. Paradoks buatan Ibn Rushd atau bisa dikenal dengan Averroes ini memperdebatkan tentang tingkat maha kuasa yang dimiliki Tuhan. Hampir sama dengan paradoks-paradoks lainnya, pertanyaan ini dirancang untuk membuat si komunikan menjadi kebingungan. Seolah-olah akan ada sisi lain di mana tingkat kemahakuasaan Tuhan akan terbantahkan.
    “Dapatkah Tuhan menciptakan sebuah batu yang begitu beratnya hingga Ia sendiri pun tak dapat mengangkat batu itu?” Ada dua premis yang bisa dianalisa di sini. Yang pertama, apabila memang Tuhan itu maha kuasa seharusnya ia tak perlu kesulitan untuk membuat batu tersebut. Premis yang kedua menjadi menarik. Karena apabila Tuhan tidak bisa mengangkatnya, maka ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan.

Comments

comments


Share: