Begini Alasan Pemerintah Tutup Facebook

NEWSTODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tidak segan-segan menutup platform sosial media Facebook jika masih marak penyebaran berita bohong (hoaks), hal itu tercermin dari maraknya hoaks Rohingya di Myanmar. Menurut data kominfo, saat ini pengguna aktif Facebook di Indonesia setiap bulannya mencapai lebih dari 115 juta orang. Sedangkan 2,07 miliar orang di dunia, mengakses Facebook setiap bulannya.

Menteri Kominfo, Rudiantara mengutarakan pendapatnya seperti yang dikutip dari Antara, bahwa pihak kominfo akan menindak tegas soal penutupan Facebook jika masih marak beredar isu bohong soal Rohingya.

Saya mengambil posisi, saya mengancam menutup Facebook dan pemerintah tidak mempunyai keraguan apabila harus menutup Facebook kalau digunakan untuk yang hoaks,” kata Rudiantara di Jakarta, Jumat (06/04).

Berkaca dari pengakuan pihak Facebook di Myanmar, Facebook sudah menjadi alat propanganda disana. Rudiantara juga tidak ingin hal tersebut terjadi di tanah air.

Ia juga meminta pihak Facebook di Indonesia juga harus kooperatif dalam menindaklanjuti soal indikasi kebocoran satu juta data pengguna di Indonesia dalam kasus Cambridge Analytica.

Beliau juga berpendapat bahwa pemerintah tidak akan asal menutup Facebook jika tidak ada penyebabnya. Hal tersebut harus melalui beberapa tahapan proses dan alasan logis.

Ini yang ingin saya sampaikan kepada publik, bahwa inilah keadaannya, saya secara pribadi tidak punya intensitas untuk menutup sembarang seperti itu, harus dijaga untuk kepentingan negara dan masyarakat,” tutup Rudiantara.

Comments

comments


Share: