NEWSTODAY.ID, Aceh -A�Negara Kesatuan Republik Indonesia telah merdeka selama 72 tahun. Kemerdekaan bukan berarti hanya terlepas dari penjajahan, tetapi makna merdeka sesungguhnya adalah kemerdekaan bangsa juga berarti kemerdekaan rakyatnya dari segala bentuk eksploitasi, kebodohan, ketertinggalan, dan ketidakadilan.

Kemerdekaan merupakan hak segala rakyat yang menempati suatu negara. Termasuk kemerdekaan di dalam bidang pendidikan. Lalu, bagaimanakah kondisi pendidikan di Indonesia saat ini ?

Dunia pendidikan di tanah air belum sepenuhnya merdeka. Buktinya, masih banyak sekolah yang jauh dari kata layak untuk disebut sebagai lembaga pendidikan. Salah satunya dialami oleh yang terletak di Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya Bogor.

Madrasah yang terletak di Bogor ini hanya mempunyai empat kelas. Madrasah yang memiliki kelas yang berjumlah sedikit ini ternyata memiliki banyak genteng yang bocor. Tidak hanya itu, segala perabotan yang terbuat dari kayu, termasuk kusen pintu, meja siswa, meja guru, dan bangku banyak yang lapuk karena dimakan rayap.

generic celebrex, acquire clomid

Setiap sekolah atau madrasah pasti memiliki fasilitas kamar mandi. Namun, di madrasah ini tidak disediakannya kamar mandi. Para murid yang hendak membuang air kecil/besar harus berjalan ke masjid yang berada di seberang sekolah.A� Dan mirisnya lagi, sekolah ini juga tidak mempunyai jaringan listrik dikarenakan pihak pengelola tidak mempunyai dana untuk memasang listrik.

Akses untuk mencapai sekolah ini pun masih sangat sulit, karena letaknya jauh dari jalan raya. Terletak di perkampungan, di mana jalanannya belum beraspal. Mirisnya lagi, guru tetap yang berjumlah tiga orang hanya digaji Rp 7.000 per bulan. Itupun jika ada dana, jika tidak ada maka guru tetap juga tidak menerima gaji. Dana yang didapatkan hanya dari inisiasi warga

Nah kondisi inilah yang membuat Rotaract Jakarta Metropolitan, komunitas anak-anak muda yang punya kepedulian terhadap pendidikan, tergerak untuk membantu. Mereka pun menggalang dana dari para anggota dan kolega. Dari dana yang terkumpul maka mereka bisa merenovasi sekolah. Sekolah ini merupakan sekolah ketiga yang dibantu Rotaract Jakarta Metropolitan.

Menurut President of Rotaract Jakarta Metropolitan Grace Felicia Grayson, saat ini bukan saatnya mencaci apalagi menyalahkan pihak lain ketika melihat kondisi sekolah seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Mathlaul Anwar. Sebaliknya, justru harus melakukan aksi untuk membantu.

Comments

comments


Share: