Stephen Hawking

Pesan Wasiat Stephen Hawking Sebelum Tutup Usia

NEWSTODAY.ID , JAKARTA – Stephen William Hawking atau dikenal sebagai Stephen Hawking tutup usia di umur yang genap 76 tahun. Ia adalah seorang penggagas teori Kosmologi, yakni teori alam semesta tak terbatas (Hartle-Hawking State).

Ayah tiga anak itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (14/03) di Cambridge, Inggris. Banjir berita duka banyak berdatangan baik dari media massa lokal di Inggris maupun dunia. Memang tidak dapat dipungkiri seorang Fisikiawan muda nan-cerdas itupun mampu mengubah cara pandang manusia terhadap alam semesta.

Dalam informasi tertulis yang dikutip dari Independent UK, Lucy Hawking (anak dari istri pertama Stephen yaitu Jane) memberikan sebuah pernyataan atas kepergian ayah tercintanya, bahwa ia sangatlah dirundung duka yang amat dalam.

“Kegigihan, keberanian dan banyolannya lah yang membuat orang mengingat siapa dirinya,” kata Lucy

Lucy Hawking juga dikenal sebagai orang berpengaruh baik dalam dunia pers maupun per-novelan di Inggris. Ia tetap merasa resah, sebab seseorang yang amat dicintainya kini telah tiada.

“Ia pernah berkata, Alam semesta tidak akan rumit jika kalian tidak ada dirumah untuk orang tercinta, kami pasti akan merindukannya selalu,” ujar Lucy sambil berduka.

Stephen Hawking pernah menikah dua kali. Pertama pada Februari 1990, ia bercerai dengan Jane yang saat itu baru berusai 25 tahun, kemudian Hawking mulai hidup baru dengan perawat pribadinya Elaine Mason. Hawking dan Elaine menikah pada September 1995 namun usia pernikahan tersebut juga tidak berlangsung lama, mereka bercerai pada tahun 2006.

Stephen dan Jane Hawking sebelum bercerai

Stephen Hawking pernah berpesan kepada Lucy bahwa hal yang mengantarkannya ke perjalanan hidup yang panjang sampai ketitik puncak bermula dari sebuah pertanyaan. “Tujuan hidupku sangat simple, ini adalah hal yang mudah dimengerti, pertama coba berfikir mengapa seperti itu?, untuk apa? dan mengapa hal itu harus untuk kita semua,” kata Lucy yang menceritakan kembali perkataan Stephen saat masih hidup.

Pada dasarnya keterbatasan mental bukan menjadi penghalang bagi diri manusia. Kisah perjalan Professor Stephen Hawking dapat menjadi contoh. Selama manusia masih bisa berfikir dan bernafas pergunakanlah untuk hal yang bermanfaat disekitar kita, bahkan jika bisa berikan warna pada se-isi dunia.

Comments

comments


Share: