NEWSTODAY.ID, Bandung – Seorang pria Jepang harus mendekam di balik jeruji besi setelah melakukan kekerasan terhadap hewan. Makoto Oya (52), diketahui telah menganiaya belasan kucing di rumahnya di prefektur Saitama, di Tokyo bagian utara.

Dilansir dari Strait Times, Kamis (30/11), Makoto diketahui telah menangkap kucing-kucing liar di dekat rumahnya dengan perangkap baja lalu menganiayanya dengan cara dicelupkan pada air mendidih atau dibakar hidup-hidup.

Makoto tercatat telah menangkap 13 kucing. Akibat penganiayaan tersebut sembilan kucing mati, dan 4 sisanya mengalami luka parah. Makoto diketahui telah melakukan penangkapan sejak Maret 2017 dan ditangkap pada Agustus 2017.

Makoto sempat membantah saat ditangkap, ia berkilah bahwa yang ia lakukan semata-mata hanyalah “pembasmian hama” semata. Kasus ini pun telah mengejutkan warga Negeri Sakura dan membuat banyak orang tak terima dengan kelakuannya tersebut.

Sebuah petisi pun telah dibuat isinya meminta Makoto untuk diadili, petisi tersebut telah ditandatangani 210 ribu orang. Surat kabar Tokyo Sports mengabarkan, 348 orang pecinta kucing setia menghadiri persidangan kasus Makoto tersebut, salah satunya Aya Sugimoto, penyanyi senior jepang.

“Ini tidak hanya mengerikan, Makoto senang menyiksa kucing-kucing itu. Saya sangat berharap bisa melihatnya ia dihukum dengan sangat keras karena,” ujar Aya. Dikutip dari Okezone.

Di dalam persidangan, Makoto mengaku dirinya mulai menangkap kucing-kucing liar tersebut setelah mereka buang kotoran sembarangan di dekat rumahnya. Selain itu, kucing-kucing tersebut juga memakan ikan peliharaan Makoto, hal-hal tersebut membuat dirinya kesal dan mulai membenci kucing.

Jaksa pun menuntut Makoto 1 tahun 10 bulan kurungan penjara. Jaksa menyebut, Makoto telah menemukan kegembiraan yang luar biasa dalam menyiksa kucing.

Sementara itu, pengacara Makoto menyebut, tuntutan tersebut terlalu berat sebab kliennya sudah mendapat sanksi sosial dengan dikucilkan oleh masyarakat dan kehilangan pekerjaan setelah ditangkap.

Kasus ini terungkap usai Makoto merekam aksi tak terpujinya dan menyebarkannya ke media sosial.

Dilansir dari Metro.co.uk, Makoto akhirnya dinyatakan bersalah, hakim mengatakan Kejahatan itu benar-benar kejam, dan pengaruhnya terhadap masyarakat juga hebat.’

Namun hakim tersebut menambahkan bahwa Oya kemudian mengakui bahwa tindakannya salah dan telah menyumbangkan uang ke organisasi kesejahteraan hewan. Sehingga tuntutan jaksa, kurungan penjara 1 tahun 10 bulan pun ditangguhkan selama 4 tahun. buy celebrex online cheap, buy Zoloft online

Comments

comments


Tags:
Share: