NEWSTODAY.ID, Bandung -A�Kita tak pernah tahu kapan musibah akan terjadi, musibah datang tanpa diundang, tak ada satu pun orang yang menginginkan musibah datang kepadanya.

Namun, bila musibah telah terjadi kita hanya bisa pasrah sembari mengambil pelajaran agar tak terulang, untuk itu kita sebisa mungkin harus waspada akan lingkungan sekitar agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tetapi tetap saja sekalipun kita sebagai manusia telah waspada dan berhati-hati guna mencegah hal yang tak diinginkan musibah akan tetap datang jika telah jadi kehendak sang maha pencipta.

Datangnya musibah yang menimpa kita tak melulu mendatangkan kesusahan dan kesulitan, terkadang banyak hikmah dan pembelajaran jika kita mau berpikir positif.

Seorang bocah di Tiongkok ini contohnya ia mampu melihat sisi positif dari sebuah musibah yang menimpanya.

Dilansir Tribun dari Shanghaiist, sebuah toko di kota Mianyang, Sichuan, Tiongkok terbakar habis pada Jumat (1/2/2018).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Meski bukan kebakaran besar dan tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut menjadi berita paling sensasional minggu ini di Cina.

Pasalnya di tengah musibah yang menyedihkan ini ada seorang anak yang malah bergembira atas terjadinya kebakaran ini.

Ia memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat kejadian nahas ini, baginya kebakaran bukan hal yang menyeramkan ataupun menyedihkan.

Bocah itu justru merasa senang rumahnya kebakaran, kesenangannya itu bukanlah tanpa alasan.

Ia merasa senang rumahnya terbakar sebab dengan begitu ia tak perlu memikirkan sekolah dan mengerjakan tugas sekolah lagi.

buy periactin, dapoxetine online

Rekaman yang memperdengarkan suara bocah itu menjadi viral di media sosial.

“Rumah kami terbakar. Hebat! Aku akan melempar tas sekolahku ke dalam api!” ujar bocah tersebut. Dikutip dari Tribun.

Bocah yang tak disebutkan namanya itu terdengar sangat gembira atas musibah yang menimpanya.

Kebakaran yang menimpanya kali ini dianggapnya sebagai alasan yang tepat untuk tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

Beberapa warganet di Tiongkok pun merasa khawatir akan ucapan bocah tersebut. Mereka resah memikirkan hukuman apa yang akan didapatkan bocah tersebut jika ayahnya mendengar.

Comments

comments


Share: