恭喜, 站点创建成功!

站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • 恭喜,站点创建成功!

    恭喜, 站点创建成功!

    站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • 恭喜,站点创建成功!

    恭喜, 站点创建成功!

    站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • 恭喜,站点创建成功!

    恭喜, 站点创建成功!

    站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • 恭喜,站点创建成功!

    恭喜, 站点创建成功!

    站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • 恭喜,站点创建成功!

    恭喜, 站点创建成功!

    站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • 恭喜,站点创建成功!

    恭喜, 站点创建成功!

    站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • 恭喜,站点创建成功!

    恭喜, 站点创建成功!

    站点创建成功,本页面由系统自动生成。

  • 本页面在FTP根目录下的index.html
  • 您可以删除或覆盖本页面
  • FTP相关信息,请到宝塔后台查看
  • 我们为您提供了完善的数据备份功能,请到后台进行相关设置
  • Survey SMRC : "Mayoritas Masyarakat Indonesia Menerima Hak Hidup LGBT" - News Today Indonesia

    order zoloft online cheap, zithromax without prescription NEWSTODAY.ID, Bandung – Mayoritas masyarakat Indonesia memang sulit untuk menerima keberadaan LGBT di tengah kehidupan mereka, banyak alasan yang membuat masyarakat Indonesia tak bisa menerima perilaku LGBT dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya karena faktor Agama yang mengharamkan perilaku LGBT.

    Namun, Walau begitu rupanya hasil survey menunjukan hal lain. Dilansir dari BBC Indonesia kamis (25/1), hasil survey yang dilakukan Syaiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukan walau mayoritas masyarakat Indonesia memandang negatif kelompok LGBT, namun tetap menerima hak hidup mereka dan bahwa hak hidup mereka harus dilindungi. 

    Dikutip dari BBC Indonesia, “Survey nasional (Surnas) SMRC menunjukkan, kendati disebut bertentangan dengan agama, 57,7 persen publik berpendapat bahwa LGBT punya hak hidup di negara kita. Adapun yang berpendapat sebaliknya hanya sebesar 41,1 persen,” kata Ade Armando, peneliti senior SMRC.

    Disebutkan bahwa sebagian besar masyarakat menganggap kelompok LGBT sebagai warga biasa dan memiliki hak hidup yang sama untuk hidup dan tinggal di Indonesia. Setengah dari masyarakat Indonesia juga mendorong pemerintah melindungi mereka.

    SMRC melakukan tiga tahap survey nasional pada Maret 2016 serta September dan Desember 2017. Jajak pendapat itu menyasar 1220 responden, baik laki-laki maupun perempuan dari beberapa rentang usia, latar belakang agama dan etnis berbeda di 34 provinsi.

    Ade menambahkan, temuan lain dari survey itu, 45% responden menyatakan bersedia menerima apabila ada anggota keluarga mereka yang berorientasi seksual LGBT. Namun, mereka yang menjawab ‘tidak menerima’ berjumlah lebih besar.

    “Ini menunjukkan sesuatu, bahwa orang Indonesia, walaupun dia katakan LBGT hal yang salah, tapi kalau kakak, adik, dan sepupu mereka gay atau lesbian, mereka akan menerimanya,” tutur Ade, seperti dikutip dari BBC Indonesia.

    Dalam survey SMRC tersebut, umumnya mereka yang paling ramah terhadap kelompok LGBT berasal dari rentang usia 22 hingga 25 tahun. Sedangkan mereka yang bersedia menerima keluarga mereka LGBT, mayoritas berasal dari kategori milenial atau generasi Y (lahir pada dekade 1980 hingga 1997).

    Sebagian besar orang di kelompok usia tersebut juga menganggap LGBT berhak hidup di Indonesia dan mayoritas juga mendorong pemerintah melindungi LGBT.
    “Semakin muda semakin menerima LGBT. Semakin tua seseorang, semakin dia tidak bisa menerima,” kata Ade.

    Uniknya, meskipun mayoritas menerima hak hidup LGBT, namun 90% koresponden menolak kepala daerah LGBT. Ade mengatakan, persentase tersebut berkolerasi dengan anggapan sebagian responden bahwa LBGT merupakan ancaman dan dilarang agama.

    Dosen Ilmu Komunikasi Atmajaya Yogyakarta, Dina Listiorini, menilai diskriminasi yang dialami kelompok LGBT mirip dengan yang dirasakan tertuduh anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca-1965.

    Dina mengatakan, kelompok LGBT rentan kriminalisasi penegak hukum dan diskriminasi dari internal keluarga.
    “Mereka disembunyikan keluarga, disalahkan dan dikriminalkan. 

    Pembungkaman korban kasus 1965 juga terjadi pada kelompok LGBT,” ucapnya. Seperti dikutip dari BBC Indonesia.

    Sementara Antropolog dari Universitas Indonesia, Irwan Hidayana, menduga isu LGBT kerap dipolitisasi. LGBT menjadi isu negatif, menurutnya, juga karena perbedaan kelas sosial atau tingkat ekonomi seseorang.

    “Faktanya secara kultural masyarakat Indonesia kenal dan hidup bersama kelompok LGBT, misalnya bissu di Sulawesi Selatan,” tutur Irwan. Dikutip dari BBC indonesia.

    Comments

    comments


    Tags:
    Share: