Neswtoday.id, Bandung – Seorang pengguna media sosial membagikan kisahnya ditolak saat menawarkan kursi bus transjakarta kepada seorang wanita berhijab dengan alasan beda agama. Hal ini pun ramai diperbincankang netizen di media sosial. Dan para pengamatA�menilai bahwa peristiwa ini adalah ‘suatu pertanda membahayakan untuk kebhinnekaan’.

Kisahnya itu di sampaikan lewat akun twitternyaA�A�@cho_ro pada tanggal 4 februari lalu dan sudah dibagikan ribuan kali.

“Saya harus bereaksi apa nih? Logika apa yang bisa membuatmu menolak (tawaran kursi dari) orang dengan kalimat ‘saya Muslim’? Kalau dia bilang, ‘oh, (tujuan) saya dekat’, ‘oh, saya sakit punggung’, saya masih bisa jawab. Itu rasanyaA�shock,” kata pemilik akun @cho_ro, seperti dikutip dari bbc.

Cuitannya pun mendapat banyak tanggapan, ada yang membagikan kisah yang serupa dan ada juga orang-orang muslim yang menegur @cho_ro agar tidak menyebarluaskannya karena dianggap memicu perseteruan.

“Jangan diceritakan karena nanti memancing perseteruan. Posisinya adalah, saya tuh mayoritas lho, saya Muslim nih, saya bukan yang beneran Kristen, atauA�chinese.A�Saya aja yang mayoritas dibilang, ‘oh nggak usah cerita’, bayangin kalau saya benar minoritas,” katanya.

Pengamat Islam dan pengajar Universitas Paramadina, Jakarta, Budhy Munawar Rahman mengatakan bahwa memang kondisi intoleransi sudah ada sebelumnya di masyarakat Indonesia. Namun kemudian elemen-elemen itu kemudian “disuburkan oleh pilkada DKI yang memang membawa isu SARA, agama, untuk politik”.

Menurutnya, saat ini intoleransi terjadi pada hal-hal kecil yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Dahulu, istilah “intoleransi” dan “toleransi” merujuk hubungan antar-agama pada tingkat nasional dan internasional tapi sekarang intoleransi sudah masuk pada tingkat kegiatan sehari-hari. Kalau sampai duduk bersebelahan saja sudah jadi masalah, ini bisa termasuk warning bahwa toleransi masyarakat Indonesia sudah makin turun.

“Contoh tadi itu kan perjumpaan, sekarang perjumpaan ini dalam hal yang sederhana sudah mulai menjadi masalah. Kita tidak bisa mengatakan di Indonesia sudah buruk sekali, tapi fenomena satu, dua seperti ini, ini memberiA�warningA�pada kita bahwa kondisi intoleransi sudah turun pada level masyarakat yang luas. Kalau sudah sampai level duduk bersebelahan antar-agama saja sudah menjadi masalah, itu sudah menjadi pertanda yang membahayakan sekali.” Seperti dikutip dari BBC doxycycline for chlamydia, cheap Zoloft

Comments

comments


Share: