Bekerja di instansi pemerintah pastinya menjadi impian bagi segelintir masyarakat di Indonesia. Keinginan dan antusiasme yang besar dari kalangan masyarakat ini sayangnya sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk memperkaya dirinya.

Ya, jual beli jabatan di kalangan pegawai negeri sipil pastinya sudah bukanlah hal tabu dikalangan masyarakat. Jadi, sebenarnya berapa nilai uang panas yang berputar di bisnis jual beli jabatan tersebut?

Berdasarkan informasi yang diterangkan oleh Sofian Effendi selaku Ketua Komisi Aparator Sipil Negara (KASN), uang panas yang berputar di bisnis tersebut sangat variatif bahkan nilainya hingga miluar rupiah. Sebagai contoh kasus, di Klaten saja, tarif untuk membeli jabatan di kelas eselon II nilainya antara Rp. 200 juta sampai dengan 400 juta. Seperti yang dilansir Newstoday dari laman Liputan6 (17/1/2017).

Intinya, semakin banyak anggaran di Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang diinginkan, semakin tinggi juga tarif yang ditawarkan oleh para calo jabatan. Bahkan untuk jabatan di Sekeretarian Daerah, nilai transaksinya mulai dari Rp. 500 juta sampai dengan Rp. 1 miliar.

Tentunya ada sebab tersendiri mengapa terjadi transaksi kotor di kalangan PNS. Menurut Sofian Effendi, hal ini merupakan dampak dari biaya politik yang begitu tinggi. Akibat dari kondisi tersebut, akhirnya bisnis jual beli jabatan menjadi komoditas yang menggiurkan. clonidine patch price, dapoxetine reviews

Comments

comments


Share: