NEWSTODAY.ID, Bandung – Akhir-akhir ini dunia maya terus memanas, isu LGBT tak henti-hentinya menjadi pembahasan, sejak keluarnya putusan MK yang menolak perluasan makna zina, banyak warganet yang tersulit emosi.

Sebelumnya, beredar video dua orang pria yang berboncengan terlihat seperti bermesraan saat berhenti di lampu merah.

Video tersebut direkam oleh seorang wanita yang berhenti tepat disebelahnya, kedua pria itu pun ditegur oleh wanita tersebut.

Banyak orang lalu menuduh mereka sebagai Gay, dan menyebarkan video tersebut sembari mengutuk gestur keduanya.

Setelah video tersebut viral, beberapa orang pun memberikan klarifikasi. Ternyata, keduanya merupakan kakak beradik. Mereka sudah lama tidak bertemu, dan gestur tersebut merupakan cara mereka untuk bercanda.

Ada juga kasus penutupan Bioskop Dee Cinema di Cianjur, Jawa Barat. Beberapa ormas Islam di daerah tersebut menolak keras keberadaan Bioskop tersebut dengan alasan didirikan di dekat Masjid dan warna cat nya yang dituduh menjurus pada LGBT.

Saat ini banyak beredar di grup WhatsApp mengenai es krim Walls yang juga dituduh menyebar paham LGBT.

Di dalam grup tersebut disebutkan bahwa es krim Walls akan diboikot karena mengeluarkan varian rasa baru yang diberi nama “Golden Gaytime”.

Image : facebook

“ICE CREAM WALLS MINTA di BOIKOT NIY.. GOLDEN GAYTIME? KAMPANYE BUAT ANAK”? Dengan segala cara mereka menghancurkan generasi bangsa”, tulis akun facebook Vini Citra Karini.

Image : twitter

Netizen dengan akun @sgnt51 memposting foto gambar es krim yang menyebar itu dengan keterangan seperti ini:
“Ada yg ingin kejadian Sari Roti terulang. Sekarang sasarannya es krim Walls. Padahal ini bukan es krim Walls. @nukman @fajarnugros @victorkamang @imanbr”

Nama Es krim Gaytime yang dijadikan masalah karena disebut melambangkan LGBT.

Postingan itu pun mendapat berbagai tanggapan dari Warganet.

@bakabul “@sgnt51 @nukman @fajarnugros @victorkamang @imanbr Ini walls tp yg dijual di luar negri… Tp gk pake nama walls. Sama kyk rexona kalo di amrik jd degree.”

@nopinopita “@sgnt51 @nukman @fajarnugros @victorkamang @imanbr Ini es krim di Australia.Nggak ada hubungannya sama LGBT. Ini maksudnya adalah waktu yg enjoyable fun and menyenangkan diasosiasikan dengan summer time di Australia. Nggak masuk Indo jadi nggak usah ribut. Duh.”

@pitsee “@sgnt51 @nukman @fajarnugros @victorkamang @imanbr Hmmm walls emg punya nama yg berbeda2 di tiap negara, kayak royco (knorr dll), whether its the same company or not idk though but definitely bukan di indonesia ini deh”

@arno_jakbar “@sgnt51 @nukman @fajarnugros @victorkamang @imanbr Ga perlu dikit” boikot, sari roti diboikot sahamnya naik. Bego aja kita ikutan boikot.”

@TaufiqMarhaban “@sgnt51 @nukman @fajarnugros @victorkamang @imanbr Gay itu bahasa inggris dulu artinya santai, beberapa dekade terakhir dipakai jadi slang untuk arti yang lain. Jaman dulu banyak di pakai kata2 ini untuk arti santai, perubahan ini istilahnya “language drift”

Pihak Walls pun memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar, melalui akun twitter @MyMagnumID mereka menulis.

Image : twitter

“Hi @ZoneWarPuji, disini kami informasikan poduk tersebut bukan merupakan produk Walla��s Indonesia. Wall’s sangat menghormati nilai, norma keagamaan, dan budaya yang berlaku di Indonesia. Jadi jangan ragu-ragu mengonsumsumsi Ice Cream Wall’s ya”.
Rupanya es krim tersebut adalah es krim yang dijual di Australia dan Selandia Baru, es krim tersebut diproduksi oleh “Streets” (Merk Walls di Australia) dan sudah beredar sejak 1959.

Comments

comments


Share: